Senin, 12 November 2012





Dia Menahan Bahagia dan Kesedihan
Walaupun Begitu Dia Tetap Diam
Hingga Kini Tiada yg Tahu Apa yg Di Katakan Hidup??

Setiap Langkah kan menjadi keputusan
Setiap Nafas kan menjadi Renungan
Pandangan kian meredup karna kenyataan
Perkiraan kian Terkikis karna Cobaan

Ini jalan yg harus ku tempuh
ini cobaan yg harus ku lalui
Tak kan lelah untuk Ber Do'a
Tak kan usai untuk mendekatkan diri padamu ya rabb

Cobaan Hidup Tak kan Kuratapi
Kan ku jalani dengan penuh rasa ikhlas di Hati

Nafas&Langkah Q memang Tertatih di Takdir Kehidupan ini Ya Rabb !
untuk menuju Ridho-mu 

Q BerDzikir di setiap Hembusan Nafas dan 
Q Berikhtiar di setiap langkah2





^^^ 18 APRIL 2012 :* SMK Bina Pendidikan  *Angkatan 2009/2010

Coba kalian inget lagi hal yg dulu kita lakuin bersama
*SEDIH karena itu menjadi pertama & terakhir :(
*SENENG bisa bersama dalam melakukan hal konyol :D
*TAKUT ketauan pihak sekolah :o
*PANIK karena di gerebek satpol PP -.-" 

#Seeruuu kan??
Jgn sampe lupa ya sama hal itu Kawan :*

 
Kenangan bersama kalian tak kan pernah pudar termakan waktu kawan. selalu teringat ketika bersama ketika saling berbagi suka duka kita lewati bersama guys. meski berpisah tempat karena waktu berharap slalu tali silahturahmi kita tak putus. aaaammmmin :)

Minggu, 11 November 2012



Saya Bangga Jadi Orang Asli "MADURA" :)

Selasa, 23 Oktober 2012


JAMBORE-AKUNTANSI "A" 2012 @CURUG-CIHURANG BOGOR :*

Minggu, 07 Oktober 2012

Unisma Akuntansi A 2012

Kebersamaan Kita Tak kan Pernah Usai,Amiin :)

Unisma Akuntansi A 2012





Unisma Akuntansi A 2012 -> Solider->Senasib->Setia Kawan = SOLIDARITAS Number One :*

Peran statistik dalam sektor perekonomian

Statistik juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam ilmu ekonomi, terutama berkaitan dengan pengumpulan data-data dari berbagai aspek dan sektor dalam suatu perekonomian. Untuk proses pengumpulan data, dapat digunakan berbagai macam metode statistik. Data-data tersebut misalnya mengenai perkembangan harga, perkembangan permintaan, laju inflasi, suku bunga, tingkat produksi nasional dan lain-lain. Di samping itu, statistik juga memberikan sumbangan yang penting dalam analisis teori ekonomi.
Dengan statistik kita dapat menguji dan meneliti berbagai pandangan yang dikemukakan dalam teori-teori ekonomi. Misalnya, sesuai dengan hukum permintaan, apabila harga naik menyebabkan permintaan terhadap barang tersebut turun dan sebaliknya dengan asumsi ceteris paribus. Statistik akan membantu proses pengumpulan data mengenai perkembangan harga dan perkembangan permintaan. Bila ternyata setelah di lakukan pengolahan data dan diuji hasilnya berbeda dengan hukum yang berlaku maka kita harus meneliti faktor-faktor lain yang berpengaruh,di mana pada saat uji pertama dianggap konstan.
Dengan demikian, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa jenis barang yang tunduk pada hukum permintaan adalah barang normal, sedangkan barang mewah, barang inferior, barang giffen atau dalam kondisi inflasi akan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa kondisi tersebut masuk dalam kelompok perkecualian dari hukum permintaan.

PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA


Statistik berasal dari kata status dan statista artinya Negarayang dikemukakan oleh Aristoteles alam bukunya “Politeia” yang menjelaskan uraian mengenai 158 negara. Kata tersebut kemudian digunakan untuk mengatakan tentang pengumpulan dan penyajian keterangan-keterangan yang dibutuhkan oleh negara dan berguna bagi negara.Pada awalnya statistik diartikan sebagai kumpulan keterangan baik yang berbentuk angka-angka atau kumpulan keterangan yang tidak berbentuk angka-angka/bilangan yangmemiliki arti penting dan kegunaan besar bagi suatu negara. Namun sekarang kata statistik diartikan sebagai pelukisan suatu keadaan yang umumnya ditekankan sebagai angka-angka bilangan atau dengan kata lain statistik berarti kumpulan angka-angka yang berhubungan dengan atau melukiskan sesuatu persoalan.Berbagai literature memberikan pengertian statistik dengan susunan kalimat yangbervariasi meskipun mengandung pengertian yang sama yaitu statistik merupakan rekapitulasi dari fakta yang berbentuk angka-angka, disusun dalam bentuk tabel dandaigram yang mendeskripsikan suatu keadaan (Riduwan,2003) atau statistic merupakan sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(analisis), penarikan kesimpulan atas data-data yang berbentuk angka denganmenggunakan asumsi teretentu (Agus Irianto,2004).
Statistika merupakan suatu ilmu yang merupakan cabang dari matematika yang pada dasarnya bukan mengemukakan data-data atau fakta-fakta, tetapi merupakan ilmu kira-kira yang hanya mengetahui sebagian dari populasi tetapi membicarakan seluruh populasi(Abdulrahman Ritonga, 1987). Berkaitan dengan kedudukannya sebagai ilmu, statistika merupakan metode ilmiah yang mencakup teknik mengumpulkan, mengorganisasikan,mentabulasi,menginterpretasi, menggambarkan dan menyajikan data dalam bentuk angka-angka. Statistika merupakan suatu metode yang digunakan dalam pengumpulan data,sehingga dapat diperoleh informasi yang berguna(Siagian,dkk, 2002).

Jumat, 05 Oktober 2012

MAKALAH AGAMA ISLAM ''Mengenal Rasul''





MAKALAH AGAMA ISLAM
Pend.Agama Islam-Mengenal Rasul
UNIVERSITAS ISLAM ‘’45’’ BEKASI
9/27/2012
Antika Zahrotul Kamalia
AKUNTANSI A





KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...



DAFTAR ISI
Kata pengantar
BAB I PENDAHULUAN
    A.    LATAR BELAKANG MASALAH
    B.      PERUMUSAN MASALAH
    C.     TUJUAN PENULISAN MAKALAH
BAB II PEMBAHASAN
A.DEFINISI RASUL
B.KEDUDUKAN RASUL
C.SIFAT-SIFAT RASUL
BAB III PENUTUP
A.KESIMPULAN
B.CATATAN PENTING
C.DAFTAR PUSTAKA






BAB I
PENDAHULUAN
          Makalah ini saya susun dalam rangka mencoba menyelesaikan tugas Mata Kuliah Metodologi Studi Agama Islam yang berjudul “Mengenal Rasul”. Agar mengetahui kekurangan maupun kelebihan mahasiswa dalam menjabarkan isi makalah sesuai dengan pengetahuan kita serta bagaimana cara pembuatan makalah tentunya. Dan juga sebagai penunjang untuk penilaian dari Bapak Dosen yang mengajarkan Mata Kuliah Metodologi Studi Islam.
         Sebagai muslim tentunya kita wajib mengenal Rasullullah,beliau lah yang patut kita contoh baik secara bathin dan secara dhohir. Dari banyaknya pengetahuan waktu demi waktu tentang rasullullah  yang untuk kita pahami dari berbagai  aspek yang berkenaan yang sudah ada perlu di kaji secara seksama. Sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang komprehensif. Hal ini penting dilakukan, karena pemahaman mengenal rasulullah karena sebagai umat yang beragama islam(muslim) ketahuilah bahwa cinta kepada rasulullah telah menjadi kewajiban pribadi muslim untuk mencintainya apalagi untuk mengenalnya.  Seseorang bisa di pertanyakan tentang
sallam. Untuk itu uraian di bawah ini diarahkan untuk mendapatkan pemahaman tentang mengenal Rasullullah.
         Selain itu dalam makalah kali ini yang berjudul “Mengenal Rasul” dan yang akan di paparkan di dalamnya adalah pengertian agama islam itu sendiri dan juga sumber-sumber hukum islam, dan ini tentunya kita hanya mengulang untuk mengingat kembali pelajaran yang telah lewat karena makalah yang akan saya bahas kali ini adalah sudah sering kita pelajari dan ini hanya menginatkan kembali.
 

BAB II
PEMBAHASAN
A.DEFINISI RASUL
          Rasul adalah orang laki-laki pilihan yang Allah berikan wahyu berisi syari’ah dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya.
Rasul adalah manusia pilihan yang menerima wahyu dari allah untuk di sampaikan kepada umatnya dan sekaligus sebagai contoh konkrit pribadi manusia yang baik. Rasul-rasul allah itu ada yang kisah-kisahnya di sebutkan dalam al-qur’an adapula yang tidak. Rasul yang disebutkan namanya ada 25 orang.
          Rasul dan nabi sama-sama mendapatkan wahyu, tetapi sering kali seorang Nabi diutus Allah kepada kaum yang memang sudah beriman sehingga perannya hanya menjalankan syari’ah yang sudah ada itu dan tidak membawa ajaran yang baru. Seperti para Nabi yang pernah Allah utus kepada Bani Israil setelah ditinggalkan Nabi Musa, mereka bertugas mengajarkan dan mengamalkan Taurat, tidak membawa ajaran yang baru/bukan dari Taurat. (QS. 2: 246).
Di sinilah rahasia sabda Nabi : al ulama waratsatul (pewaris) Anbiya, bukan waratsaturrasul, karena peran ulama hanya terbatas pada menyampaikan ajaran agama yang ada bukan membuat aturan baru.
         
B.Kedudukan Rasulullah

Diantara kedudukan Rasulullah:
1. Sebagai Rahmat di muka bumi (QS: 21;107)
2. Sebagai Nabi penutup (QS: 33;40)
3. Sebagai suri tauladan (QS: 33;21)
Rasulullah juga sama seperti hamba yg lain (Abdu min Ibadillah), hal ini bisa dilihat dalam QS: 18;110, QS: 13:38, bahkan Rasulullah jalan2 dan makan di pasar (QS: 25;7). Rasulullah juga merupakan Rasul diantara para Rasul QS: 3; 144. Adapun tugas Rasul adalah menyampaikan Risalah QS: 72;28 dan Amanah serta memimpin Ummat QS: 5;67. Perjuangan Rasul dalam ajaran Islam (Fikrud Sirah, QS: 12;111). Dalam hukum (Fikrud Ahkom, QS: 4;65)

C.SIFAT-SIFAT RASUL
SIFAT-SIFAT WAJIB RASUL
1. SHIDIQ (JUJUR)
Setiap rasul pasti jujur dalam ucapan dan perbuatannya. Apa apa yang telah disampaikan kepada manusia baik berupa wahyu atau kabar harus sesuai dengan apa yang telah diterima dari Allah tidak boleh dilebihkan atau dikurangkan. Dalam arti lain apa yang disampaikan kepada manusia pasti benar adanya, karena memang bersumber dari Allah. Makanya setiap rasul pasti jujur dalam pengakuan atas kerasulannya. Dan kita sebagai manusia harus meyakinkanya dan beri’tikad bahwa semua yang datang dari Rasul baik perkataan atau perbuatan adalah benar dan hak. Karena apa yang diucapkan atau diperbuat oleh para rasul bukan menurut kemauannya sendiri. Ucapan dan perbuatannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan atau risalah yang diterima dari Allah.
Sebagai bukti atas kebenaran para rasul, mereka telah dibekali dengan mukjizat mukjizat yang harus diyakini oleh setiap muslim kebenaranya. Dan tidak mungkin harus diyakini dan diteladani jika mereka (para rasul) itu tidak jujur. Tentu setelah itu apa yang telah diperintahkan Allah melalui perantaraan para rasul, kita sebagai muslim harus mengikuti dengan ta’at dan apa yang dilarang Allah kita tinggalkan.
وَمَآ آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُواْ
”Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah,” (al-Hasyr, 7)
2. AMANAH (DIPERCAYA)
Amanah berarti bisa dipercaya baik dhahir atau bathin. Sedangkan yang dimaksud di sini bahwa setiap rasul adalah dapat dipercaya dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Para rasul akan terjaga secara dhahir atau bathin dari melakukan perbuatan yang dilarang dalam agama, begitu pula hal yang melanggar etika.
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
“Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,” (asy-syuara’ 143)
Maka hal yang muhal atau mustahil jika rasul itu terjerumus ke dalam perzinahan, pencurian, meminum minutan keras, berdusta, menipu dan lain sebagainya. Rasul tidak mungkin memiliki sifat hasud, riya’, sombong, dusta dan sebagainya. Jika para rasul telah melanggar etika berarti mereka telah bekhianat dan Allah tidak menyukai manusia yang berkhianat.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الخَائِنِينَ
Allah berfirman,  “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.”(al-Anfal, 58)
3. TABLIGH (MENYAMPAIKAN)
Sudah menjadi kewajiban para rasul untuk menyampaikan kepada manusia apa yang diterima dari Allah berupa wahyu yang menyangkut didalamnya hukum hukum agama. Jika Allah memerintahkan para rasul untuk menyampaikan wahyu kepada manusia, maka wajib bagi manusia untuk menerima apa yang telah disampaikan dengan keyakinan yang kuat sebagai bukti atau saksi akan kebenaran wahyu itu.
الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالاَتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلاَ يَخْشَوْنَ أَحَداً إِلاَّ اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيباً
Allah berfirman, “(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.” (al-Ahzab, 39).
Hal ini bisa dikiyaskan bahwa jika Allah memberikan wahyu kepada para rasul untuk tidak disampaikan atau dirahasiakan kepada manusia, maka tidak wajib bagi manusia untuk mempelajarinya. Sedangkan menyampaikan adalah hal yang wajib dan menyembunyikan adalah hal yang terlaknat dan tercela.

4. FATHONAH (CERDAS)
Dalam menyampaikan risalah Allah, tentu dibutuhkan kemampuan, diplomasi, dan strategi khusus agar wahyu yang tersimpan didalamnya hukum hukum Allah dan risalah yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh manusia. Karena itu, seorang rasul wajib memiliki sifat cerdas. Kecerdasan ini sangat berfungsi terutama dalam menghadapi orang-orang yang membangkang dan menolak ajaran Islam.
Maka diharuskan bagi kita untuk meyakinkan bahwa para rasul itu adalah manusia yang paling sempurna dalam penampilan, akal, kekuatan berfikir, kecerdasan dan pembawaan wahyu yang diutus pada zamannya. Kalau saja para rasul itu tidak sesuai dengas sifat sifatnya maka mustahil manusia akan menerima dan mengakuinya. Sifat sifat itu merupakan satu hujjah bagi mereka agar apa yang disampaikan bisa diterima dengan baik.
وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ آتَيْنَاهَآ إِبْرَاهِيمَ عَلَى قَوْمِهِ
Allah berfirman: “Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” (al-An’am, 83)

 SIFAT-SIFAT MUSTAHIL BAGI RASUL
1. KIDZIB

Kidzib artinya adalah dusta. Semua Rasul adalah manusia-manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya. Mereka selalu memperoleh bimbingan dari Allah SWT sehngga terhindar dari sifat-sifat tercela. Setiap rasul benar ucapannya dan benar pula perbuatannya. Sifat dusta hanya dimiliki oleh manusia yang ingin mementingkan dirinya sendiri, sedangkan rasul mementingkan umatnya.

Allah SWT berfirman :

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

“Hatinya tidak mendustakan apa yang dilihatnya.” (An-Najm : 11)

Di ayat yang lain Allah SWT berfirman :

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيْلِ . لاَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِيْنِ . ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِيْنَ

“Dan sekiranya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atau (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.” (Al-Haqqah : 44-46)

2. KHIYAANAH

Khiyaanah artinya adalah berkhianat atau curang. Tidak mungkin seorang rasul berkhianat atau ingkar janji terhadap tugas-tugas yang diberikan Allah SWT kepadanya. Orang yang khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan kepadanya adalah termasuk orang yang munafik, rasul tidak mungkin menjadi seorang yang munafik.

Sepanjang sejarah belum pernah ada seorang rasul yang khianat kepada umatnya. Demikian pula terdahap amanat yang telah diterima dari Allah SWT. Ketika Rasulullah SAW menunaikan Haji Wada’, beliau berpidato di Padang Arafah seraya berkata :

أَيُّهَا النَّاسُ ! فَلاَ تَرْجِعُنَّ بَعْدِيْ كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ أَلاَ لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ . فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلِّغُهُ أَنْ يَكُوْنَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ . أَلاَ بَلَّغْتُ ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ ! أَيُّهَا النَّاسُ ! إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ , وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ , كُلُّكُمْ مِنْ آدَمِ وَآدَمَ مِنْ تُرَابٍ , إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ , لَيْسَ لِعَرَبِيٍّ فَضْلٌ عَلىَ عَجَمِيٍٍّ إِلاَّ بِالتَّقْوَى . أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ؟ اَللَّهُمَّ اشْهَدْ ! فَلْيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ مِنْكُمُ الْغَائِبَ

“Hai manusia, janganlah engkau kembali menjadi kafir sesudahku sehingga yang satu golongan memerangi golongan yang lain. Ingatlah ! Yang hadir hendaklah menyampaikan kepada yang tidak hadir. Barangkali orang yang menerima pesan lebih pandai memelihara (pesan) daripada orang yang mendengarkannya secara langsung. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah !
Hai manusia, sesungguhnya Tuhanmu adalah satu dan bahwasanya orang tuamu satu. Kamu semua dari Adam, sedangkan Adam itu dari tanah. Bahwasanya yang semulia-mulia orang di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu. Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang bukan Arab melainkan dengan taqwa kepada-Nya. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah ! Yang hadir hendaknya menyampaikan (pesan ini) kepada yang tidak hadir.

3. KITMAAN

Kitmaan artinya adalah menyembunyikan. Semua ajaran yang disampaikan oleh para rasul kepada umatnya tidak ada yang pernah disembunyikan. Jangankan yang mudah dikerjakan dan difahami dengan akal fikiran, yang sulit pun akan disampaikan olehnya seperti peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Tugas rasul di dunia ini adalah menyampaikan wahyu Allah SWT kepada umat manusia sebagai pedoman hidup. Semua rasul bersifat tabligh atau menyampaikan wahyu dan mustahil bersifat kimaan atau menyembunyikan wahyu yang diamanatkan kepada dirinya. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, para rasul melaksanakan tugas-tugasnya walaupun harus menanggung segala resiko yang akan terjadi. Contohnya, Nabi Ibrahim AS mendapat resiko dari Raja Namrud dan rakyatnya sehingga beliau dibakar. Nabi Musa AS bersama kaumnya (Bani Israil) bersusah payah menyelamatkan diri dari kejaran tentara Raja Fir’aun sehingga nyaris tertangkap olehnya. Nabi Muhammad SAW berlumuran darah saat dilempari batu oleh penduduk Thaif dan nyaris terbunuh saat akan hijrah ke Madinah. Kesemuanya itu merupakan resiko yang harus dihadapi para rasul dalam melaksanakan tugas sucinya.



Allah SWT berfirman :

إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوْحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْأَعْمَى وَالْبَصِيْرُ أَفَلاَ تَتَفَكَّرُوْنَ

“Aku tidak mengikuti kecuali yang diwahyukan kepadaku, katakanlah apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak memikirkannya.” (Al-An’am : 50)



4. BALAADAH

Balaadah artinya adalah bodoh. Seorang rasul mempunyai tugas yang berat. Rasul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika rasul bodoh, maka ia tidak akan dapat mengemban amanat dari Allah SWT. Jadi, mustahil rasul memiliki sifat bodoh.

Allah SWT berfirman :

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَ أَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ

“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang yang mengerjakan ma’ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’rof : 199)




PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Setelah kita menjabarkan mulai dari mengenal Rasul sampai sifat-sifat wajib dan mustahil Rasullullah,maka dapat kita simpulkan bahwa Rasullullah adalah panutan yang baik untuk kita contoh baik secara bathin dan secara dhohir. Rasullullah memang wajib kita panuti.


B.     CATATAN PENTING
Saran dari penulis adalah marilah kita menjadikan kehidupan maupun sifat pribadi beliau yaitu Rasullullah sebagai contoh atau panutan dalam kehidupan sehari-hari kita yang sesuai dengan syariah yang semestinya dan sekaligus pembawa kita kedalam kehidupan yang bahagia baik itu di dunia dan akhirat kelak nanti.


C.     Daftar Pustaka
Suryana, toto, Pendidikan Agama Islam, Jakarta, 2002

HUKUM BISNIS


ISTILAH HUKUM BISNIS (BUSINESS LAW)
1.       HUKUM DAGANG (TRADE LAW)
2.       HUKUM PERNIAGAAN (COMMERCIAL LAW)
3.       HUKUM EKONOMI (ECONOMIC LAW)

PENGERTIAN HUKUM 
HUKUM :
   KESELURUHAN NORMA YANG  OLEH PENGUASA NEGARA DAN MASYARAKAT YANG BERWENANG MENETAPKAN HUKUM, DINYATAKAN SEBAGAI PERATURAN YANG MENGIKAT BAGI SEBAGIAN ATAU SELURUHNYA ANGGOTA MASYARAKAT.
UNSUR-UNSUR HUKUM ???
  1. NORMA-NORMA
  2. PERATURAN MENGANDUNG HUBUNGAN HUKUM
  3. SUBYEK HUKUM

SUMBER HUKUM
          PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
          HUKUM KEBIASAAN
          PERJANJIAN/TRAKTAT
          YURISPRUDENSI
          AJARAN-AJARAN ILMU HUKUM

TUJUAN HUKUM
UNTUK MENGADAKAN SUATU TATA TERTIB
 YANG DIKEHENDAKI

PENGERTIAN BISNIS
   KESELURUHAN KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN OLEH ORANG ATAU BADAN SECARA TERATUR DAN TERUS-MENERUS, BERUPA KEGIATAN MENGADAKAN BARANG-BARANG ATAU JASA-JASA MAUPUN FASILITAS-FASILITAS UNTUK DIPERJUALBELIKAN, DIPERTUKARKAN ATAU DISEWAGUNAKAN DENGAN TUJUAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN

MACAM BIDANG USAHA
1.       BIDANG INDUSTRI  ->  INDUSTRI BESAR, MENENGAH DAN KECIL : INDUSTRI MOBIL, MOTOR
2.       BIDANG PERDAGANGAN  ->    AGEN, MAKELAR, PERTOKOAN, SWALAYAN, DSB
3.       BIDANG JASA   ->   KONSULTAN, PENILAI, AKUNTAN, BIRO PERJALANAN, ASURANSI, PERHOTELAN
4.       BIDANG AGRARIS  ->    PERTANIAN, PERKEBUNAN, DLL
5.       BIDANG EKSTRAKTIF   ->     PERTAMBANGAN, PENGGALIAN

PELAKU BISNIS (SUBYEK HUKUM)
                       
SEBAGAI PENDUKUNG HAK DAN KEWAJIBAN
          MANUSIA :
    SUBYEK HUKUM DALAM ARTI BIOLOGIS, SEBAGAI FENOMENA ALAM, MAHKLUK CIPTAAN TUHAN
          BADAN  HUKUM :
    SUBYEK HUKUM DALAM ARTI YURIDIS, SEBAGAI FENOMENA DALAM HIDUP DI MASYARAKAT



PERBEDAAN MANUSIA DAN BADAN HUKUM
1.       MANUSIA :
   - MAHKLUK HIDUP CIPTAAN TUHAN, MEMPUNYAI AKAL, PERASAAN SERTA KEHENDAK, DAPAT MATI.
   - MEMPUNYAI JENIS KELAMIN, DPT KAWIN, MELAHIRKAN.
2.       BADAN  HUKUM :
    - CIPTAAN MANUSIA  BERDASAR HUKUM DAN DAPAT DIBUBARKAN
    - TIDAK BERJENIS KELAMIN, TIDAK KAWIN DAN TIDAK MELAHIRKAN.

PETA HUKUM DAN
 HUKUM BISNIS

HUKUM

HUKUM PRIVAT                         
     HK YG MENGATUR HUB HUKUM ANTARA WARGA NEGARA DGN WARGA NEGARA BAIK ORANG ATAU BADAN
HUKUM PUBLIK
     HUKUM YG MENGATUR HUBUNGAN HUKUM ANTARA WARGA NEGARA DENGAN PEMERINTAH (NEGARA

PENGERTIAN HUKUM BISNIS
KESELURUHAN NORMA YANG MENGATUR SEMUA KEGIATAN BISNIS, INDUSTRI ATAU KEUANGAN, SEMUA KEGIATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKSI DAN PERTUKARAN BARANG ATAU JASA, SEMUA URUSAN KEUANGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGIATAN BISNIS DAN KEGIATAN LAINNYA.

HUKUM BISNIS DI INDONESIA
DASAR HUKUM TERTULIS TERDAPAT DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM DAGANG (KUHD) DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA
(KUH PERDATA) 
1.  KUHD YG BELUM BANYAK DIUBAH
2. KUHD YG SUDAH BANYAK DIUBAH
3. KUHD YG SUDAH DIGANTI DENGAN
    PERUNDANG-UNDANGAN YG BARU
4. KUH PERDATA YG BLM BANYAK  DIUBAH
5. KUH PERDATA YG SDH BANYAK DIUBAH
6. KUH PERDATA YG SDH DIGANTI DGN    PERUNDANG-UNDANGAN YG BARU
7. PERUNDANG-UNDANGAN YG TDK TERKAIT DENGAN KUHD MAUPUN KUH PERDATA

CONTOH 1 :
  1. KEAGENAN & DISTRIBUTOR
  2. SURAT BERHARGA (WESEL, CEK DAN AKSEP)
  3. ASURANSI
  4. PENGANGKUTAN LAUT
CONTOH 2 :
  1. PEMBUKUAN DAGANG
  2. ASURANSI

CONTOH 3 :
  1. PERSEROAN TERBATAS
  2. PEMBUKUAN PERSEROAN
  3. REKLAME & PENUNTUTAN KEMBALI DALAM KEPAILITAN



CONTOH 4 :
  1. KONTRAK
  2. JUAL BELI
  3. HIPOTIK (ATAS KAPAL)
CONTOH 5 :
  1. PERKREDITAN
(PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM)
CONTOH 6 :
  1. HAK TANGGUNGAN (DAHULU HIPOTIK ATAS TANAH )
  2. PERBURUHAN
CONTOH 7 :
  1. PERUSAHAAN GO PUBLIC DAN PASAR MODAL
  2. PMA
  3. KEPAILITAN DAN LIKUIDASI
  4. AKUISISI DAN MERGER
  5. PEMBIAYAAN
  6. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HaKI)
  7. ANTI MONOPOLI
  8. PERLINDUNGAN KONSUMEN
  9. PENYELESAIAN SENGKETA BISNIS
  10. BISNIS INTERNASIONAL